JATIM, SUARA SITUBONDO-Perusahaan rokok milik owner HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy mengaku optimistis tembakau asal Indonesia mampu menjadi raja di pasar rokok global.
Pria yang akrab disapa Gus Lilur itu memastikan, perusahaan rokok yang berada dalam bendera Bandar Rokok Nusantara Global Grup (Barong Grup) berambisi menaklukkan pasar rokok global. "Ekspedisi pasar rokok Barong Grup menyasar negara-negara di Asia dan Australia," terang Gus Lilur Kamis (12/3).
Menurut Gus Lilur, perjalanan ekspedisi yang ia lakukan untuk memasarkan tembakau dan rokok produksi Indonesia di kawasan Asia hingga Australia ternyata melahirkan langkah baru yang monumental. "Dalam diskusi bersama rekan-rekan dari delapan negara di Kuala Lumpur, saya putuskan untuk mendirikan perusahaan rokok berskala global, yakni Barong Grup," ujar Gus Lilur.
Gus Lilur mengungkapkan, legalisasi perusahaan Barong Grup direncanakan segera dilakukan sebagai langkah awal menuju gerakan besar industri tembakau Nusantara.
“Jika perusahaan rokok dari luar negeri bisa menguasai pasar di Indonesia, maka sepantasnya ada anak bangsa yang berani melakukan hal yang sama menaklukkan pasar rokok dunia dari Indonesia,” urai Gus Lilur.
Gus Lilur menambahkan, dari lawatan keluar negeri lahir tiga agenda besar ekspedisi yang menjadi fondasi gerakan global tersebut. Pertama ekspedisi pasar rokok Asia–Australia yang bertujuan membuka jalur distribusi dan perdagangan rokok produksi Indonesia di berbagai negara.
"Agenda kedua, yaitu rencana membangun pabrik rokok di kawasan Asia dan Australia sebagai bagian dari strategi ekspansi industri. Sementara agenda ketiga, yakni membangun pabrik rokok raksasa di Indonesia sekaligus mendirikan jaringan pabrik di berbagai negara dunia," beber Gus Lilur.
Menurut Khalilur, kunci utama dari kejayaan industri rokok sebenarnya terletak pada kualitas tembakau. Indonesia, katanya, adalah salah satu gudang tembakau terbaik di dunia dengan beragam varietas unggulan.
Ia menyebut tembakau Lombok di Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu varian Virginia Blend terbaik dunia, tembakau Madura sebagai varian Oriental Blend yang khas, serta tembakau Jember yang dikenal sebagai salah satu Burley Blend berkualitas tinggi.
Selain itu, terdapat pula tembakau Besuki dari Situbondo, tembakau Deli dari Sumatera Utara, tembakau Srintil dari Temanggung yang legendaris, hingga tembakau Lumajang yang memiliki cita rasa khas dan mampu bersaing di pasar global.
Namun di balik kekayaan tembakau tersebut, Gus Lilur, menyoroti satu ironi besar petani tembakau Indonesia masih banyak yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.“Kalau tembakau Nusantara begitu istimewa, mengapa petaninya masih miskin puluhan tahun lamanya,” tutur Gus Lilur.
Oleh karena itu, ia menegaskan, bahwa misi besar yang ia rancang bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga upaya mengangkat kesejahteraan jutaan petani tembakau di Indonesia. "Pabriknya di banyak negara, tapi tembakaunya dari Republik Indonesia. InsyaAllah petani tembakau akan berjaya," pungkas Gus Lilur. (ww)

Komentar0