GpW8BSd8TpWoTfG5TUWlGpzpTi==

Gus Lilur Tanggapi Somasi Gus Ipul : Tak Gentar dan Ancam Laporkan Balik ke Aparat Hukum

 


​Jatim, Suara Situbondo- Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Jawa Timur, HRM. Khalilur R Ab. S atau yang akrab disapa Gus Lilur, memberikan tanggapan tegas atas somasi yang dilayangkan oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Gus Lilur menegaskan dirinya sama sekali tidak gentar menghadapi ancaman langkah hukum terkait dugaan suap dan korupsi di lingkup internal organisasi tersebut.

​Menurut Gus Lilur, somasi yang dilayangkan oleh Gus Ipul tidak lebih dari bentuk intimidasi yang tidak akan menyurutkan langkahnya. Ia mengaku siap menghadapi proses hukum dan justru menunggu langkah pemidanaan dari pihak Gus Ipul.

​"Somasi bagi saya hanya bentuk intimidasi, dan saya tidak takut. Saya justru menunggu untuk dipidana oleh Ipul," ujar Gus Lilur.


​Siapkan Langkah Balik ke Aparat Hukum

​Gus Lilur menyatakan, jika proses pemidanaan terhadap dirinya berjalan, ia akan langsung mengambil tindakan balasan dengan melaporkan sejumlah tokoh PBNU ke lembaga penegak hukum.


Diantaranya, sebut Gus Lilur, Laporan ke Tiga Lembaga: Gus Lilur berencana melaporkan Saifullah Yusuf, Juri Ardiantoro, dan Nusron Wahid ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri


"Kami juga ​Publikasi Bukti ke Publik. Seluruh bukti dugaan suap yang telah diserahkan ke KPK akan dipublikasikan secara terbuka melalui tayangan podcast dan media sosial, tuturnya


Selain itu, tambah Gus Lilur, pihaknya mengadakan ​Agenda Nobar Suap. Ia juga berencana menggelar acara nonton bareng (nobar) rekaman bukti dugaan suap Muktamar NU kepada publik.

​Desak Pembersihan dan Reformasi PBNU

​Selain menanggapi persoalan somasi, aku sosok yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Kyai Kampung dan cicit Ken Arok ini menyampaikan sepuluh poin tuntutan keras untuk pembenahan di tubuh PBNU.


Diantaranya, beber Gus Lilur,  himbauan Tobat Anggota AHWA. Lalu juga menyerukan kepada para kyai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang diduga menerima dana untuk segera bertobat dan mengembalikan uang tersebut sebelum diperiksa KPK.


"Rombak Kepengurusan AHWA dan Rais Aam. Juga mendesak pembubaran enam anggota AHWA untuk diganti dengan anggota baru, serta mendorong pemilihan Rais Aam PBNU yang baru. Lakukan ​Pemecatan Tiga Tokoh: Mendesak pemecatan Gus Ipul, Nusron Wahid, dan Juri Ardiantoro dari struktur NU karena dinilai telah merusak marwah organisasi,' ungkapnya.

​Terakhir, Gus Lilur menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambilnya merupakan bagian dari komitmen Amar Makruf Nahi Mungkar demi menjaga keutuhan dan integritas Nahdlatul Ulama. (ww)



Komentar0

Type above and press Enter to search.